The Redline Jkt, Konser Perdana Tanpa Jungwoo
I never thought I'd end up watching 127 concert when my forever bias; Kim Jungwoo wasn't there. Tau sih sooner or later dia harus wamil, BUT REALLY, I didn't expect it to be this year 😢
I thought I would lose my spark without him, turns out... I didn't. Ternyata gue emang secinta itu sama ilichil. Sesuka itu sama lagu-lagunya. Jadi sekalipun ngga ada suara JW di album ini, gue emang suka sama musik mereka. Dan akhirnya tetap memutuskan untuk beli tiket konsernya di Jakarta. Puunn, tanpa menurunkan standar pilihan section kursi meskipun gue tau di konser Kali ini, ngga ada wajah yang bikin mata gue selalu tertuju padanya. Yes, I finally bought the 1st category The Redline Concert in Jakarta, of course with Yuvi sitting next to me.
Jujurr gue suka banget sama album ketujuh ilichil ini. Tittle track-nya; Blingy, bahkan sepertinya berhasil menggeser 'Skyscraper' dari tahta tertinggi lagu favorit gue. Semua lagunya enakk, gue ngga bilang kali ini musik mereka lebih easy listening ya haha, masiihh khas-nya 127 dengan musik 'nyetrum' and verrryyy neo itu, tapiii somehow album ini terasa lebih mature dan maskulin. Gue salut sih dengan konsistensi bermusik mereka, ngga kebawa arus ngikutin tren musik yang ada.
Okay back to the concert, hari itu jujur gue happy bgt. Bukan cuma excited ketemu temen-temennya ayang yaa, tp karna inilah hari berkumpulnya para sijeuni. We finally reunited after a long time ago (almost 2 years I guess). Dan lagiii, tahun ini tumben banget konsernya cuma sehari, entah apa pertimbangannya, tp yg jelas hikmahnya adalah kita semua bias berkumpul komplit di hari yg sama. Gue bahkan berhasil ngenalin satu teman ke teman yg lainnya, dan ngedapetin temen baru dari kenalannya temen gue. In short, we are expanding our circle of friends haha.
Konser dimulai jam 3 siang. As expected semua kursi terisi penuh. Satu hal yang jujur sejak awal gue dan Yuvi underestimate adalah stage-nya. Dengan keterbatasan properti Konoha yg mana tentu saja ngga akan secanggih teknologi di Korea ataupun Jepang, maka kita berasumsi member 127 ngga akan 'digantung' ketika opening, persis seperti di kick off konser mereka di Seoul 2 pekan lalu. Turns out, they did! Sumpah sungkem dulu lah kita sama promotor konser ini; Dyandra, ngga nyangka banget openingnya beneran semirip itu kayak di Seoul meskipun jarak antara tali yang mengikat member dengan lantai ngga jauh, tapi sungguh layak diapresiasi.
The whole stage was pretty cool. Ada beberapa properti di konser Seoul yang ngga ada seperti mobil jeep, tapi itu bias dimaklumi banget sih. At leaasssttt keseluruhan properti dan stage di konser The Redline Jakarta kemarin sungguh mengagumkan. Not to mention about the laser party tho!! Whoohhh asli satisfying bangeett.
Selain stage, gue juga kaget sama setlistnya sih. Dari 25 lagu yang mereka bawain, mereka baru opening ment setelah lagu ke-8, daann kedelapan lagunya itu adalah lagu-lagu badass dengan teknik vokal tinggi dan high intense choreo yang bikin kita semua melongo. Kebayang gimana engapnya mereka, tapi anehnya malah sampai akhir show pun energi mereka masih tetap nyala. Vokal masih sejernih dan se-stabil itu, dancenya pun masih se-powerful itu sampe mikir mereka pake doping kah?? wkwkwk
Well, intinya tur Kali ini serius sebagus itu meskipun mereka cuma berlima, meskipun tanpa main vocal. And yeah, let's talk about the saddest part here. Ini pertama kalinya gue nonton konser NCT127 tanpa Jungwoo berdiri di panggung. Ngga ada dia yang membuat mata gue berbinar. Ngga ada suara dia yang auto bikin senyum ini merekah. Ngga ada tingkah gemesnya yang bikin kamera hp ini selalu tertuju padanya. And that empty space is real. I missed him pretty bad, sampe di tahap foto di depan fanmade banner-nya pun gue happy banget haha.
But it wasn't only Jungwoo actually. Ada ruang hampa yang tercipta ketika gue sadar... There was no Mark Lee there. Se-ikhlas ikhlasnya gue ngelepas Mark out from NCT, tetep aja rasanya kayak ada yang hilang. Ada sosok yang seharusnya ada disana, sosok yang biasanya rap Collab sama Taeyong. Sosok yang teriakannya memicu adrenalin penonton. Hari itu, pertama kalinya ilichil konser di Jakarta tanpa Mark Lee and I seriously and honestly felt something off inside me. Gue kayak ngebatin.. in another life, be NCT lagi ya Mark :)
Satu hal ini yang gue rasakan lantas menyadarkan gue klo ternyata NCT ngga sekedar tentang Jungwoo. Ternyata gue memang secinta itu sama group ini, berapapun jumlah membernya. 127 dan seluruh isi semestanya yang selalu berputar di ritme hidup gue.











Komentar
Posting Komentar